Rabu, 08 Juli 2009

Kejam, kejam, kejam!!!

Pers soviet komunis bersumber dari pemikiran Marx dan dikembangkan di Uni Soviet pada abad ke-19. Pers adalah alat negara yang menyampaikan segala sesuatu kepada rakyatnya. Pers hanya boleh digunakan oleh para anggota partai komunis yang setia pada ortodoks. Pers dikontrol dengan pengawasan ketat oleh peremerintah dan dilarang melakukan kritik terhadap tujuan partai dan berbagai kebijakannya
Perbedaan yang paling mendasar system pers ini dengan otoritarian adalah, system ini benar-benar dikuasai oleh partai. Dan hanya ada satu partai di system pers komunis yaitu partai komunis. Sepenuhnya kebijakan ada ditangan partai, partai adalah pemerintah dan pemerintah adalah partai. Mungkin lebih detailnya system ini lebih kejam dibandingkan otoritarian.

Dari Bebas yang Kebablasan, Sampai Tanggung Jawab

Pers tanggung jawab soial ini muncul karena danya penyimpangan dari teori libertarian. Dari kata-kata kita sudah dapat disimpulkan bhwa libertarian menganut system pers yang bebas. Karena bebas yang keterlaluan itu lalu munculah system ini. Pers Tanggung Jawab mulai berkembang di AS dan Inggris pada abad 19 dan banyak diminati negara-negara penganut demokrasi. Dasar pemikiran dari teori pers ini yaitu kebebasan pers perlu, namun perlu diatur dan diharuskan memilki tanggung jawab melalui kesepakatan pemerintah dengan masyarakat dan pers berdasarkan konstitusi.
Teori tanggung jawab sosial ini memilki filsafat rasionalisme, meskipun tidak keseluruhan. Mengapa tidak keseluruhan? karena tidak semua pendapat individu atau ide-idenya dapat tersampaikan. Pers dikontrol oleh masyarakat melalui berbagai cara dan berbagai kode etik professional. Serangan serius pers terhadap hak-hak individu dan kepentingan masyarakat secara luasa dilarang keras