Di dalam suatu Negara tentunya memiliki system media massa, dan system media massa yang dianut di dalam suatu Negara akan ada keterkaitan dengan praktek jurnalisme yang berkembang. Sebagai contoh system otoritarian dan liberalisme, kedua system ini memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Otoritarian memiliki kelebihan :
Dalam aspek politik, misalnya: Partai-partai yang berkuasa saat ini sebagian besar adalah partai yang berkuasa pada massa otoritarian. Oleh karena itu otoritarian membawa pengaruh yang cukup kuat dan menguntungkan khususnya bagi kelompok politik yang ingin mendapatkan kekuasaan, Mudah diatur, Media masa mudah untuk dikendalikan
Dan dampaknya pro kontra lebih sulit untuk ditemukan, karena pemerintah disini lebih berkuasa. Dengan kata lain mau gak mau harus tunduk pada penguasa.
Namun system ini memiliki kekurangan seperti
Setiap individu sulit untuk mengekspresikan ide atau gagasan, individu harus sepenuhnya tunduk pada orang yang berkuasa, media massa merasa terbatas karena adanya intervensi dari aturan yang telah dibuat pada massa itu. Kontrol atas pengelolaan negara, baik secara sosial, ekonomi, maupun politik tetap dikuasai oleh segelintir orang atau kelompok tertentu, sementara masyarakat hanya eksis dalam politik electoral yang proses dan hasilnya pun tidak bisa dikontrol oleh masyarakat.
Menurut saya, Otoritarian terlihat pada massa orde baru yang memiliki pandangan siapa saja yang punya uang, jabatan, kekuasaan ialah yang mampu berkuasa.
Strategi ekonomi politik Indonesia berubah secara drastis baik secara nasional maupun internasional. Pemerintah Indonesia yang sebelumnya meprogramkan ekonomi “berdikari” berubah membuat kebijakan penanaman modal asing dan hutang. Dari itulah bangsa Indinesia tidak dapat mandiri dan selalu terbayang hutang luar negri. Namun apakah setelah otoritarian berakhir yang saat ini diganti dengan demokratis akan menjadi lebih baik ?saya rasa perlu adanya penelitian yang lebih spesifik lagi
Liberalisme mempunyai kelebihan : individu disini bebas mengekspresikan dirinya, sistem pemerintahan maupun negara hanya dianggap sebagai fasilitator, individu tidak terpaku intervensi aturan pemerintahan, bersifat demokrasi.
Kekurangan liberalisme : karena bersifat demokratis dan bebas kerap mengalami pro dan kontra pada pemikiran masing-masing, media kadang tidak memikirkan privasi seseorang, tidak ada batasan.
Menurut saya, liberal mempunyai sistem yang memiliki tujuan menciptakan masyarakat tanpa hirarki politik, ekonomi dan sosial. Selain itu segala kekerasan akan dilenyapkan, dan pada tempatnya setiap orang akan mendapatkan akses bebas dan setara terhadap alat-alat informasi dan produksi. Sebaiknya Liberal perlu dimiliki oleh setiap individu sebagai filosofisnya untuk menjalankan sebuah kehidupan. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki HAM, namun kita juga tak lupa harus menjunjung nilai tanggung jawab dan dapat memilah mana yang baik untuk diri kita sendiri,orang lain dan negara.
Senin, 29 Juni 2009
Minggu, 28 Juni 2009
Otoritarian Or Libertarian
Nama : Fenti Diana
Nim : 153070177
Teori Otoritarian merupakan teori pers tertua dan digunakan paling banyak Negara. Otoritarian menitikberatkan pada model pengawasan terhadap pers yang dilakukan oleh pemerintahan. Dengan kata lain segala tindak tanduk aktifitas pers diawasi dan dibawah pemerintahan tidak bebas dan memiliki keterbatasan.
Filsafat Sosialnya adalah kekuasaan absolute, dimana kstabilan dan kemajuan Negara adalah yang utama, sedangkan kepentingan individu dinomerduakan.
Keterkaitannya dengan :
Hakekat Manusia : Manusia sebagai individu yang memiliki keterbatasan, esistensinya akan lebih tercapai bila menjadi anggota komunitas, kelompok menjadi lebih penting dari individu.
Hakekat Masyarakat dan Negara : Negara merupakan ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok manusia. Tanpa Negara individu tak akan mampu mengembangkan atribut manusia yang berbudaya.
Hubungan Manusia dan Negara : Negara merupakan kumpulan dari tujuan yang hendak dicapai. Untuk itu dibutuhkan kekuasaan.
Hakekat Pengetahuan dan Kebenaran : Pengetahuan dapat ditemukan dari pemikiran dan kemampuan setiap individu. Kartena setiap individu memiliki pemikiran dan kemampuan yang berbeda, sehingga terbentuk struktur masyarakat.
Teori Pers Libertarian merupakan teori yang memiliki kebebasan untuk menentukan tujuannya sendiri. Dimana individu memiliki kebebasan beragama, berbicara dan kebebasan pers.
Nim : 153070177
Teori Otoritarian merupakan teori pers tertua dan digunakan paling banyak Negara. Otoritarian menitikberatkan pada model pengawasan terhadap pers yang dilakukan oleh pemerintahan. Dengan kata lain segala tindak tanduk aktifitas pers diawasi dan dibawah pemerintahan tidak bebas dan memiliki keterbatasan.
Filsafat Sosialnya adalah kekuasaan absolute, dimana kstabilan dan kemajuan Negara adalah yang utama, sedangkan kepentingan individu dinomerduakan.
Keterkaitannya dengan :
Hakekat Manusia : Manusia sebagai individu yang memiliki keterbatasan, esistensinya akan lebih tercapai bila menjadi anggota komunitas, kelompok menjadi lebih penting dari individu.
Hakekat Masyarakat dan Negara : Negara merupakan ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok manusia. Tanpa Negara individu tak akan mampu mengembangkan atribut manusia yang berbudaya.
Hubungan Manusia dan Negara : Negara merupakan kumpulan dari tujuan yang hendak dicapai. Untuk itu dibutuhkan kekuasaan.
Hakekat Pengetahuan dan Kebenaran : Pengetahuan dapat ditemukan dari pemikiran dan kemampuan setiap individu. Kartena setiap individu memiliki pemikiran dan kemampuan yang berbeda, sehingga terbentuk struktur masyarakat.
Teori Pers Libertarian merupakan teori yang memiliki kebebasan untuk menentukan tujuannya sendiri. Dimana individu memiliki kebebasan beragama, berbicara dan kebebasan pers.
Filsafat sosialnya adalah rasionalisme karena manusia sebagai makhluk rasional yang mampu membentuk lingkungannya dengan keputusan yang memuaskan kepentingan masing-masing.
Keterkaitannya dengan :
Hakekat Manusia : Manusia mampu membuat keputusan untuk kepentingannya. Ia adalah unit tertinggi.
Hakekat Masyarakat dan Negara : Masyarakat berfungsi untuk memajukan kepentingan individu, Negara bukan ekspresi tertinggi manusia tetapi hanya alat untuk melengkapi individu.
Hubungan Manusia dan Negara : Individu bukan sub ordinat Negara.
Hakekat Pengetahuan dan Kebenaran : Manusia disini memiliki kemampuan berfikir untuk menghasilkan pengetahuan.
Keterkaitannya dengan :
Hakekat Manusia : Manusia mampu membuat keputusan untuk kepentingannya. Ia adalah unit tertinggi.
Hakekat Masyarakat dan Negara : Masyarakat berfungsi untuk memajukan kepentingan individu, Negara bukan ekspresi tertinggi manusia tetapi hanya alat untuk melengkapi individu.
Hubungan Manusia dan Negara : Individu bukan sub ordinat Negara.
Hakekat Pengetahuan dan Kebenaran : Manusia disini memiliki kemampuan berfikir untuk menghasilkan pengetahuan.
Jumat, 26 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
